Tips Menghafal Al-Qur’an

                Hingga saat ini masih banyak ummat muslim yang bertanya-tanya mengapa Al-Qur’an harus dihafalkan, walaupun sebenarnya mengahafal Al-Qur’an, membaca, memahami, lalu mengamalkan isinya merupakan suatu amal shalih yang bernilai tinggi.

            Al-Qur’an memiliki banyak sekali keistimewaan, salah satunya adalah mendapatkan kedudukan di sisi Allah. Orang yang memuliakan Al-Qur’an maka ia pun akan dimuliakan oleh Allah. Rasulullah saw. pernah bersabda;

اِنَّ لِلَه اَهْلِيْنَ مِنْ النَّاسِ. قِيْلَ مَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللَه؟

قَالَ:اَهْلُ الْقُرْاَنِ اَهْلُ اللَهِ وَخَاصَّتُهُ.

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.” Para sahabatnya bertanya, “Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Para ahli al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-plihan-Nya.”(HR. Ahmad)

Oleh karena itu sudah seharusnya para ummat muslim memiliki rasa motivasi untuk menghafalkan Al-Qur’an. Tidak hanya itu, beberapa keistimewaan Al-Qur’an lainnya yaitu disejajarkan dengan para Malaikat, mendapat syafaat (pertolongan) di hari kiamat, meraih pahala yang melimpah, mendapatkan mahkotan kemuliaan, juga berhak mempersembahkan mahkota kepada kedua orang tuanya kelak. Dari sebagian saja keistimewaan Al-Qur’an yang telah disebutkan, siapa yang masih tidak ingin meraih segala keistimewaan itu?

Berikut adalah tips-tips untuk menghafalkan Al-Qur’an:

  1. Menghafalkan Secara Bertahap.

Tidak perlu memulai dari surah yang memiliki ayat-ayat yang panjang. Memang terkadang terasa sulit untuk menghafalkan ayat Al-Qur’an apabila belum terbiasa, namun sesungguhnya tidak ada beban yang tidak mungkin untuk dilewati apabila diniatkan secara lurus karena Allah, sesuai denga firman-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 286 yang berarti, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”

Mulailah dari surah-surah yeng terlihat mudah, misalnya dari Juz 30.

  • Muroja’ah (Mungulang-ulang hafalan)

Hafalan yang tidak diulang-ulang maka cenderung akan menghilang, sama saja dengan sia-sia. Sebagai penghafal Al-Qur’an layaknya menjaga hafalannya agar tidak menghilang, itulah arti sebutan Hafidz yaitu penjaga. Mereka yang menjaga Kalamullah maka mereka pun akan dijaga oleh Alah.

  • Istiqomah.

Istiqomah sendiri maknanya ialah lurus, tegak atau dalam bahasa bakunya konsisten. Menghafal Al-Qur’an haruslah dilakukan dengan istiqomah. Apabila sudah menjadi kebiasaan untuk menghafal dua ayat dalam sehari, maka pertahankanlah. Jangan membiarkan hal sepele menjadi alasan untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Hari esok haruslah lebih baik dari hari ini, dan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, orang yang tidak dapat mengalahkan dirinya dari hari lalu adalah orang yang merugi. Tujuan dari menghafal dengan istiqomah ialah agar otak terbiasa dalam menerima hafalan sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Ketika otak sudah terbiasa menghafal dua ayat perhari, cobalah untuk menambah target menjadi lima ayat atau bahkan satu halaman per hari.

  • Memilih suasana atau tempat yang kondusif.

Setiap orang memilki tempat dan suasana terbaik yang berbeda-beda dalam mengahafal Al-Qur’an berbeda-beda. Ada orang yang merasa lebih nyaman menghafal dalam kesunyian, ada yang merasa lebihnyaman dalam tempat-tempat yang ramai, ada pula orang yang dapat menghafal di tempat dengan kedua suasana tersebut. Hal ini merupakan salah satu faktor yang mendukung dalam menghafal.

  • Memahami maknanya.

Orang yang memahami bahasa Al-Qur’an (Arab) biasanya dapat menghafal dengan lebih mudah. Namun itu tidak berarti seorang hafidz wajib menguasai bahasa Arab demi mendapatkan kemudahan dalam menghafalkannya. Al-Qur’an kini bukan hanya berbentuk mushaf (lembaran kertas),  banyak yang sudah terdapat penerjemahan di dalamnya. Salah satu metode untuk menghafal Al-Qur’an ialah dengan memahami alur dari bacaan, dengan begitu otak dapat seakan membayangkan apa yang sedang di sampaikan dalam suatu ayat. Dengan memahami makna ayat, Insyaallah menghafal akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Itu adalah beberapa tips dalam menghafalakan Al-Qur’an. Ingatlah bahwa dalam sebuah hadist disebutkan;

خَيْرُ كُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاَنَ وَ عَلَّمَهُ

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Tinggalkan komentar