Resensi Buku Ilmu Pendidikan

  1. Identitas Buku

Judul buku              : Ilmu Pendidikan

Pengarang               : Dwi Siswoyo,dkk

Penerbit                  : UNY Press

Tahun terbit            : 2013

Tempat terbit          : Yogyakarta

Tebal buku             : viii + 165 halaman

2. Sinopsis Buku

Pendidikan merupakan gejala semesta (fenomena universal) dan berlangsung sepanjang hayat manusia, dimanapun manusia berada. Dasar Pendidikan adalah landasan berpijak dan arah bagi Pendidikan sebagai wahana pengembangan manusia dan masyarakat. Walaupun Pendidikan itu universal, namun bagi suatu masyarakat, Pendidikan akan diselenggarakan berdasarkan filsafat dana tau pandangan hidup serta berlangsung dalam latar belakang sosial budaya masyarakat tertentu. Secara faktual, kegiatan Pendidikan merupakan kegiatan antar manusia, olehmanusia dan untuk manusia. Itulah mengapa pembicaraan tentang Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari pembicaraa tentang manusia. Dalam beberapa sumber pustaka dapat ditemukan berbagai rumusan tentang manusia. Manusia adalah makhluk yang pandai bertanya, bahkan ia mempertanyaakan dirinya sendiri, keberadaannya dan dunia seluruhnya.

Melalui Pendidikan, manusia yang menghuni dunia semesta ini tidak sekedar sebagai potensi demografikal tetapi secara makin sadar menunaikan tugas dan panggilan eksistensinya sebagai potensi kultural. Dalam posisi sadar eksistensinya sebagai kekuatan kultural itu, manusia pada umumnya dan pendidik (guru) khususnya, hendaknya selalu mengembangkan pemahaman terus menerus mengenai Pendidikan didalamnya.

Berbagai pandangan melahirkan teori teori Pendidikan (theories of education). Teori – teori Pendidikan diharapkan merupakan unsur – unsur bangunan pengetahuan (a body of knowledge) ilmu Pendidikan (soedomo, 1990: 3 1-33). Ilmu Pendidikan adalah ilmu yang menelaah fenomena pendidikan dan semua fenomena yang ada hubungannya dengan pendidikan dalam perspektif yang luas dan integratif. Proses Pendidikan terjadi apabila ada interaksi antar komponen Pendidikan, artinya saling berhubungan secara fungsional dalam kesatuan yang terpadu.

Pada hakikatnya aktivitas Pendidikan selalu berlangsung dengan melibatkan unsur subjek atau pihak pihak sebagai aktor penting. Aktor penting itu oleh Noeng Muhadjir (1994) disebut sebagai subjek penerima di satu pihak dan subjek pemberi di pihak yang lain dalam suatu interaksi pendidikan. Dalam prakteknya, subjek penerima adalah peserta didik, sedangkan subjek pemberi adalah pendidik.

Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa Pendidikan umumnya berarti daya-upaya untuk memajukan perkembangan budipekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), jasmani anak – anak. Maksutnya adalah supaya kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak anak, selaras dengan alamnya dan masyarakatnya.

3. Kekurangan dan Kelebihan

Kekurangan dalam penulisan buku ini adalah tata cara penulisan belum sesuai kaidah yang benar. Seharusnya tidak semua paragraf rata di kiri, ada paragraf tertentu yang seharusnya menjorok. Dalam penulisannya juga ditemukan beberapa kata yang menggunakan setting huruf italic kurang pas, seperti terdapat pada halaman 112 pada sub judul a sampai h.

Disamping kekurangan tersebut, buku “Ilmu Pendidikan” memiliki banyak kelebihan. Diantaranya adalah penjelasan pada pengertian – pengertian disetiap bab sangat baik karena mencantumkan banyak sumber pendapat para ahli yang dapat menambah banyak wawasan pembaca. Materi dalam buku ini juga terperinci yang menjadikan penjelasan dalam buku ini sangat jelas.

4. Sasaran

Buku ini sangatlah cocok untuk para calon pendidik karena dalam buku ini terdapat materi yang sangat lengkap mengenai Pendidikan khususnya materi ilmu Pendidikan. Buku ini juga disarankan untuk Pendidik karena buku ini dapat dijadikan pegangan oleh para pendidik yang menginginkan ilmu lebih untuk referensi dalam mengajar. Sebagai seorang Penentu kebijakan dalam bidang Pendidikan, buku ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk mengetahui lebih dalam mengenai ilmu Pendidikan sekaligus mengenai pendidik dan peserta didik agar kebijakan yang dihasilkan efisien.

Tinggalkan komentar